
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Said Iqbal
beberkan kesulitannya bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu)
Purbaya Yudhi Sadewa
untuk membicarakan usulan penghapusan pajak pencairan Jaminan Hari Tua (
JHT
).
“Saya maaf ya, melalui kawan-kawan media nih. Udah dua kali, tiga kali saya minta ketemu Menteri Purbaya sebagai Penasihat Khusus Presiden. Tapi enggak direspons,” ujar Said kepada wartawan di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/7).
Ia juga menjelaskan bahwa posisinya selaku Penasihat Khusus Presiden sejajar dengan Menteri Keuangan tersebut, di mana keduanya merupakan bagian dari pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya dengan Pak Purbaya kan sejajar. Karena saya minta ketemu dia sebagai Penasihat Khusus Presiden, bukan sebagai KSPI. Saya setingkat Menteri, beliau Menteri. Maka bukan seperti seseorang yang di luar pemerintahan,” ungkap Said.
Awalnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)dan Partai Buruh itu menegaskan Koalisi Serikat Pekerja bersama Partai Buruh (KSP-PB) menolak pajak pencairan JHT.
Ia mengatakan “tabungan” para pekerja tersebut sebaiknya dihapuskan saja karena kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja.
[Gambas:Youtube]
“Itu tabungan sosial, masa negara tega orang nabung, keringetnya buruh, darahnya buruh, nabung kemudian dipotong pajak yang Rp50 juta ke atas (dipotong) 5 persen, di bawah Rp50 juta (dipotong) 0 persen,” paparnya kepada wartawan.
Adapun pada saat kondisi ekonomi mulai membaik, Said mengaku tidak keberatan jika Kementerian Keuangan ingin mulai mempertimbangkan kembali penerapan pajak JHT.
“Nanti kalau ekonomi sudah membaik, silakan baru diskusi lagi. Jadi kita minta 0 persen pajak JHT, termasuk pesangon. Udah tahu pesangon pendapatan terakhir buruh, pekerja, karyawan, apapun statusnya ketika dia kehilangan pendapatan, masa masih dipajakin lagi,” tambahnya.
Sebelumnya, Said Iqbal mengusulkan agar Menkeu Purbaya menghapus pajak Jaminan Hari Tua (JHT). Selain itu, ia juga meminta pemerintah agar membebaskan pajak pesangon, jaminan pensiun, dan tunjangan hari raya (THR).
Menurutnya, manfaat JHT berasal dari penghasilan pekerja yang sebelumnya telah dipotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Karena itu, pemotongan pajak saat pencairan JHT merupakan bentuk pajak berganda.
“Upah pekerja sudah dipotong PPh 21 ketika diterima. Karena itu, ketika JHT dibayarkan kepada pekerja, seharusnya tidak lagi dipotong pajak. Saya mengusulkan agar pajak JHT menjadi 0 persen sebagai bentuk keberpihakan negara kepada pekerja,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6).
Ia menyebut usulan tersebut akan segera disampaikan secara resmi kepada Purbaya sebagai bagian dari reformasi kebijakan perlindungan kesejahteraan pekerja.
Said Iqbal menjelaskan usulan penghapusan pajak JHT itu merupakan satu dari sejumlah langkah mitigasi yang tengah ditempuh pemerintah bersama serikat buruh untuk menekan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Langkah mitigasi lainnya mencakup pencegahan relokasi industri, memastikan pembayaran pesangon, hingga merevisi aturan pekerja alih daya (
outsourcing
).
Ia menilai ancaman PHK masih membayangi sektor industri akibat perlambatan ekonomi global, melemahnya daya beli masyarakat, tingginya harga gas industri, hingga relokasi produksi perusahaan multinasional ke negara lain.
“Ancaman PHK memang masih ada di depan mata. Tetapi pemerintah bersama serikat buruh tidak tinggal diam. Kami memilih turun langsung ke lapangan untuk melakukan mitigasi agar PHK dapat dicegah. Kalau pun PHK tidak bisa dihindari, maka hak-hak pekerja harus dipastikan dibayar sesuai ketentuan,” tandas Said.
(fln/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: BBM Campur Etanol 20% Diduga Rusak Mobil, Warga India Siap Demo
Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Berpotensi Hujan Hari Ini




16 Responses
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://www.siteprice.org/competitors/vibetothis.com juga mengulas hal serupa.
Sebuah potret eksplanasi yang radikal, dalam arti mengupas tuntas dari akar sejarah hingga proyeksi masa depan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/tot_4/
Sebuah karya jurnalistik yang patut dihormati karena komitmennya pada kebenaran berbasis fakta lapangan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%82%E0%B8%A2%E0%B8%B2%E0%B8%A2%E0%B9%80%E0%B8%A7%E0%B8%A5%E0%B8%B2%E0%B8%9B%E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A8%E0%B8%9B%E0%B8%B4%E0%B8%94/
Konten ini memberikan keuntungan kompetitif bagi pembaca yang bersedia mempraktikkan isinya secara detail http://www.kufirst.center.ku.ac.th/8525-2/
Penulis merumuskan metode pemecahan masalah secara terbalik yang justru sangat efektif diaplikasikan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%A0%E0%B8%B2%E0%B8%9E%E0%B8%81%E0%B8%B4%E0%B8%88%E0%B8%81%E0%B8%A3%E0%B8%A3%E0%B8%A1-from-soybean-residue-to-value-added-food-products/
Gaya penulisan yang sangat karismatik, mampu mengikat perhatian pembaca dari awal hingga titik terakhir https://www.kufirst.center.ku.ac.th/asean-food-safety-forum-11/
Artikel ini memberikan navigasi krisis yang sangat tajam, meminimalkan potensi kesalahan bagi pemula https://www.smithsonianmag.com/arts-culture/hanukkah-gelt-and-guilt-75046948/
Konten yang sangat produktif; membaca ini memberikan modal instan untuk meningkatkan kualitas keputusan kita https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=8312&page=1&rel=1
Sebuah eksperimen logika yang sukses membius pembaca lewat kesimpulan yang tak terduga namun logis https://www.quia.com/pages/t4l8200345.html
Tulisan ini berhasil memantik percikan ide-ide kreatif baru dalam kepala saya setelah membacanya https://www.appsruntheworld.com/customers-database/customers/view/holy-names-heritage-cente-united-states sangat menarik dari kedua artikel ini untuk di baca
Aksentuasi masalah yang dipaparkan berhasil memberikan gambaran holistik mengenai kompleksitas fenomena tersebut https://www.lib.cet.ac.il/Pages/subx.asp?item=5589&type=site&rel=1
Penulis secara jeli memetakan titik lemah industri sekaligus memberikan instrumen evaluasi diri yang fungsional https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?item=7546&page=1&type=site&rel=1
Penulis menggunakan pendekatan analogi formal yang sangat elegan untuk mengilustrasikan dinamika yang rumit https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?item=5546&page=2&rel=1
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/257211 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Penulis telah berhasil menetapkan sebuah tolok ukur (benchmark) baru dalam penulisan esai analitis yang komprehensif https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?rel=1&item=18514
Penulis membuktikan bahwa kedalaman analisis dan kekuatan data adalah kunci utama dalam memproduksi artikel yang bermutu https://magic.ly/asikinlau/Tangerang-Berkembang-Sebagai-Kota-Urban-Modern artikel ini sangat bagus dan luarbiasa