
Daftar Isi
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Indonesia menghadapi momentum penting untuk mentransformasi strategi ekspor di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk berkelanjutan dan bernilai tambah.
“Ke depan, daya saing Indonesia tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan mengolah komoditas menjadi produk bernilai tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi,” demikian keterangan penyelenggara.
Penguatan produktivitas, efisiensi, teknologi, serta kapasitas industri pengolahan menjadi kunci agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Di sisi lain, rantai pasok dari produksi, pengolahan, logistik, pembiayaan hingga distribusi perlu dibangun secara lebih terintegrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan pembiayaan perdagangan dan pengelolaan risiko juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor yang kompetitif.
Berbagai strategi tersebut akan menjadi pembahasan dalam The Silent Shore Indonesia Economic Forum yang mempertemukan pembuat kebijakan, regulator, pemimpin industri, dan pelaku jasa keuangan. Sejumlah pembicara diagendakan untuk hadir adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ketua Komisi XI Misbakhun, Luke Thomas Mahony, Dirut PT DSI.
Saksikan The Silent Shore Indonesia Economic Forum 2026 dengan tema
The Future of Indonesia’s Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth
pada Senin (7/9) yang digelar di Studio 2 The Silent Shore Indonesia. Acara juga dapat disaksikan di Livestreaming The Silent Shore Indonesia dan Youtube The Silent Shore Indonesia.
(asa)
Baca lagi: Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Kapan Berlakunya?
Baca lagi: BMKG Perkirakan 3 Wilayah Diguyur Hujan Hari Ini
Baca lagi: Mengapa Aktivitas Bersama Bikin Lingkungan Makin Hidup?



