
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Badan Pusat Statistik (
BPS
) mencatat
neraca perdagangan
Indonesia defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya surplus selama 70 bulan berturut-turut.
“Defisit pada Mei 2026 disebabkan karena komoditas migas yang minus US$3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas dari hasil minyak dan juga minyak mentah,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Rabu (1/7).
Defisit ini terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat US$23,20 miliar jauh lebih rendah dibandingkan impor yang tercatat sebesar US$24,81miliar per Mei 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspor
Ekspor Indonesia tercatat sebesar US$23,20 miliar sepanjang Mei 2026. Realisasi ini turun 5,73 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang sebesar US$24,61 miliar (
year on year
/yoy).
EksporĀ migas anjlok 31,56 persen (yoy) dari US$1,11 miliar menjadi US$760 juta. Begitu juga nonmigas anjlok 4,50 persen (yoy) dari US$23,50 miliar menjadi US$22,45 miliar pada Mei 2026.
[Gambas:Youtube]
Semua sektor ekspor nonmigas anjlok. Industri pengolahan tercatat US$19,05 miliar atau turun 3,59 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar US$19,76 miliar.
Pertambangan dan lainnya tercatat sebesar US$2,89 miliar atau turun 7,03 persen dari tahun sebelumnya yang US$3,11 miliar.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan juga anjlok 20,43 persen dari US$630 juta pada Mei 2025 menjadi US$500 juta pada Mei 2026.
Impor
Impor Indonesia tercatat sebesar US$24,81 miliar sepanjang Mei 2026. Angka ini naik 22,16 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$20,31 miliar.
Impor terdiri dari migas sebesar US$4,51 miliar atau melesat 70,78 persen (yoy) dan nonmigas sebesar US$20,30 miliar atau naik 14,89 persen (yoy).
Berdasarkan sektornya, impor barang konsumsi tercatat sebesar US$2,23 miliar atau naik 21,99 persen (yoy). Lalu, bahan baku/penolong sebesar US$17,58 miliar atau naik 25,17 persen (yoy).
Kemudian sektor barang modal tercatat US$5 miliar atau naik 12,70 persen dari Mei 2025 yang sebesar US$4,44 miliar.
(ldy/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FOTO: Prancis Lumat Swedia, Mbappe Pimpin Top Skor Piala Dunia 2026
Baca lagi: Satgas PASTI Sebut Modus Penipuan Drama China Sudah Masuk Penyelidikan
Baca lagi: Viral Larangan Misa Penghiburan di Depok, Polisi Buka Suara




8 Responses
Navigasi antar halaman artikelnya gampang banget, nggak bikin bingung pembaca https://www.kufirst.center.ku.ac.th/covid-19-key-message-on-food-safety/
Saya bagikan artikel ini ke grup keluarga karena isinya memang sebermanfaat itu http://www.kufirst.center.ku.ac.th/hmec_plannedprogram_aust_thai_2021/ sumber pengetahuan sekali
Artikel yang tidak hanya mengisi kepala dengan ilmu, tetapi juga menenangkan rasa penasaran https://www.kufirst.center.ku.ac.th/fi_ku_08042021/ saya dapati dari artikel ini
Membaca tulisan ini rasanya seperti melihat teka-teki rumit yang mendadak terjawab semua komponennya https://dtu.ac.in/modules/cesh/ dari kedua artikel ini sama bagus
Sebuah tulisan yang sukses memicu rasa ingin tahu yang lebih dalam sekaligus memuaskannya seketika http://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/activities/page/14/ berkat kedua link ini
Gaya analisisnya sangat runut, membuat pembaca tidak kehilangan arah dari awal sampai akhir http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/webmaster/page/78/ terimakasih
Format penyampaiannya sangat metodis, membuat pesan utama artikel langsung terekam kuat https://www.kufirst.center.ku.ac.th/thailandlab_foodsafety/ ini yang terbaik bulan ini
Bahasanya sangat kasual tapi esensi ilmunya tetap tersampaikan secara maksimal http://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-talks-3-by-fiku-pic/