
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/
BP2MI
Mukhtarudin
membuka peluang perluasan skema penempatan pekerja migran Indonesia (
PMI
) melalui kerja sama antarpemerintah atau
government to government
(G to G).
Pemerintah menjajaki skema tersebut untuk penempatan PMI ke sejumlah negara, mulai dari Jerman, Jepang, hingga Malaysia. Namun, skema penempatan nantinya disesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan masing-masing negara tujuan.
“Kita juga membuka ruang lagi-lagi membuka penempatan pemerintah ke Jerman dan Jepang. Kemudian juga penempatan pemerintah ke Malaysia yang nanti akan kita bicarakan. Termasuk juga ada beberapa negara lain yang dengan polanya G to G,” kata Mukhtarudin dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Jumat (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan pemerintah tidak dapat secara sepihak menentukan seluruh penempatan dilakukan melalui skema G to G. Menurutnya, terdapat negara yang justru menghendaki penempatan dilakukan melalui skema
private to private
(P to P).
“Kita mau G to G tapi biar negara penempatan menginginkan agar P to P. Jadi variabelnya tidak bisa kita tentukan sendiri harus G to G atau P to P,” ujarnya.
Mukhtarudin menjelaskan secara keseluruhan target penempatan pekerja migran Indonesia pada 2025 yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencapai 250 ribu orang dari seluruh skema penempatan, mulai dari G to G, P to P, untuk kepentingan perusahaan sendiri (UKPS), hingga skema lainnya.
Menurut dia, realisasi penempatan justru melampaui target tersebut. Hingga akhir 2025, jumlah pekerja migran Indonesia yang berhasil ditempatkan mencapai 296 ribu orang.
“Target dari Bappenas 250 ribu, tapi kita bisa mencapai 296 ribu. Jadi sebenarnya kita 100 persen lebih penempatan kita tahun 2025 dari seluruh skema penempatan,” ujar Mukhtarudin.
Meski demikian, Mukhtarudin mengakui realisasi penempatan melalui skema G to G, khususnya ke Korea Selatan, belum mencapai target yang ditetapkan. Dari target 8.200 penempatan yang menjadi dasar penerimaan negara bukan pajak (PNBP), realisasinya baru mencapai sekitar 6.800 orang.
Ia mengatakan capaian tersebut menyebabkan masih terdapat sisa anggaran pada program penempatan sekitar Rp19,457 miliar, sehingga realisasi serapan anggaran pada pos penempatan hanya mencapai sekitar 75 persen.
Menurut Mukhtarudin, rendahnya realisasi pada skema G to G tidak mencerminkan kinerja keseluruhan penempatan pekerja migran Indonesia.
Pasalnya, capaian penempatan terbesar justru berasal dari skema P to P yang dilakukan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Ia menilai skema tersebut memberi dampak ekonomi yang lebih luas karena melibatkan sektor riil dan menciptakan efek berganda (
multiplier effect
) bagi masyarakat.
“Jadi penempatan kita yang terbesar memang dari P3MI ataupun dari private to private, yang P to P. Jadi sekarang ini yang P to P ini yang berdampak secara ekonomi kepada masyarakat. Karena pelakunya adalah sektor riil. Jadi memang kita mendorong agar sektor riil ini bergerak. Karena begitu sektor riil bergerak di bawah, multiplier effect-nya besar,” ujar Mukhtarudin.
[Gambas:Video The Silent Shore]
(del/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Deretan Pemenang Kontes Layanan Dealer Honda 2026
Baca lagi: Prabowo soal Ramalan Juni Indonesia Collapse: Ini Udah Juli
Baca lagi: Sejumlah SPBU Larang Motor Suzuki Thunder Isi BBM




5 Responses
Sebuah karya tulis yang merangsang kesadaran kritis kita untuk berani mempertanyakan kembali hal-hal yang selama ini dianggap sebagai kebenaran mutla https://dr-jennifer-ashton-cbd-gummies-shark-ta.webflow.io/
Ulasan yang sangat komprehensif dan menjawab pertanyaan saya selama ini. Sukses terus ya min! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, ada tulisan bagus di https://ocnjdaily.com/news/2024/jul/05/serolean-review-i-tested-serolean-over-ozempic-for/
Rapi banget susunan penjelasannya min, informatif dan padat isinya. Nambah ilmu baru hari ini. Buat temen-temen yang mau nyari alternatif bacaan sejenis, coba deh meluncur ke tautan https://sio2.mimuw.edu.pl/c/oi22-1/forum/20/2108/
Penjelasan yang luar biasa rapi dan sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Sukses selalu buat blognya. Btw, ada ringkasan materi pendukung yang lumayan oke di https://www.crwflags.com/fotw/flags/sites.html
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas masalah ini sampai tuntas tanpa bertele-tele. Top cer min! Bagi yang butuh referensi bacaan pembanding, silakan kunjungi https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320197017_htm