
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Menteri Pekerjaan Umum (PU)
Dody Hanggodo
mengungkap mayoritas pegawainya yang terindikasi transaksi judi
online
(
judol
) adalah eselon IV. Lalu ada juga eselon III tapi jumlahnya hanya sedikit, sedangkan eselon I dan II belum ada yang terdeteksi.
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang dipaparkan Dody, ada sekitar 6.000 dari sebanyak 38.600 pegawainya yang terindikasi judol.
“Data itu memang ada 6.300-an yang judol dan yang mengagetkan itu nilainya ada ratusan juta bingung saya, itu bukan eselon II, eselon I, bukan, tapi eselon IV eselon V dan yang enggak ada eselonnya,” ujar Dody saat berbincang dengan media di kantornya, Rabu (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dody, bahkan dari data yang diterima dari PPATK, ada pegawainya yang transaksi judolnya mencapai Rp800 juta. Jumlah yang sangat fantastis untuk PNS yang hanya eselon IV ke bawah.
“Paling tinggi Rp800 juta sekian, satu orang. Jadi kalau ditotal jumlahnya bisa miliaran dari 6.000-an pegawai itu,” imbuh Dody.
Dody menyebutkan saat ini Inspektur Jenderal Kementerian PU tengah melakukan analisis. Bagi pegawai terindikasi judol dengan nilai transaksi di bawah Rp10 juta akan diberikan sanksi ringan, seperti teguran.
[Gambas:Youtube]
Sementara itu, bagi pekerja yang transaksi judolnya di atas Rp10 juta akan dilakukan pendalaman untuk kemudian ditentukan sanksi yang tepat.
“Tapi yang Rp10 juta ke atas mungkin nanti akan ada pendalaman lebih lanjut.
Basically
begini, kita tidak mau uang rakyat itu dipakai yang tidak pada tempatnya,” pungkasnya.
(ldy/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Kemenperin Dukung Aturan ODOL, Bikin Pasar Kendaraan Niaga Bergairah
Baca lagi: Komdigi: 6,8 Juta Nomor HP Registrasi Biometrik Rekam Wajah
Baca lagi: PM Andy Burnham Beri Izin Trump Pakai Pangkalan Inggris Serang Iran



