
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Menteri Koperasi
Ferry Juliantono
menjelaskan
koperasi
dapat mengelola sumur minyak rakyat dan tambang mineral tak terbatas pada Koperasi Desa Merah Putih (
Kopdes Merah Putih
).
Ia mengatakan dalam hal ini, seluruh koperasi dimungkinkan mengelola sektor-sektor tersebut sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang tentang Minerba.
“Yang tambang, yang mengelola sawit itu tidak harus koperasi desa,” ujar Ferry di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry menjelaskan tugas Kemenkop tidak hanya membawahi Kopdes Merah Putih belaka, tapi juga koperasi yang sebelumnya juga sudah ada.
Ia mengatakan sebelumnya juga sudah ada koperasi yang sudah existing dan bergerak di sektor lainnya, seperti produksi, distribusi, hingga industri dan lembaga keuangan.
“Kalau di Undang-Undang Minerba sudah diatur koperasi boleh mengelola tambang dan mineral. Kemudian kami juga sudah ada kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk mengelola yang namanya plasma di kebun sawit itu bentuknya adalah badan usaha koperasi,” ucap dia.
Dalam pidatonya di Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7) lalu, Ferry menyampaikan saat ini koperasi sudah diperbolehkan mengelola sumur minyak rakyat dan tambang mineral.
Hal itu pun membuat koperasi tidak lagi hanya menjadi tempat jual beli barang dan simpan pinjam.
Bahkan, Ferry mengatakan akan ada peresmian pabrik minyak kelapa sawit mentah (
crude palm oil
/ CPO) yang bakal dikelola koperasi bulan depan.
“Koperasi sekarang untuk masuk ke berbagai sektor mengelola sumur minyak rakyat, koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral,” ujar Ferry.
[Gambas:Video The Silent Shore]
(mnf/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: ASN BPN Nias Lompat dari Lantai 12 Apartemen Usai Diperas Teman Kencan
Baca lagi: Tiket Avengers: Doomsday Disebut Dijual Lebih Awal, Mulai Minggu Depan
Baca lagi: BPOM Siap Jadi Simpul Pengawasan Koperasi Desa Merah Putih




3 Responses
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://dl.nanet.go.kr/detail/PAMP1000028938 karena mirip-mirip pembahasannya.
Insightful banget bacanya pagi-pagi gini. Kalau ada yang penasaran sama studi kasus lainnya, coba deh intip https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=291485 di situ lengkap juga.
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://kldp.org/comment/271026 deh, lengkap parah!