
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Indeks Harga
Saham
Gabungan (
IHSG
) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (30/7). Indeks saham naik 35,54 poin atau 0,58 persen ke level 6.126.
Berdasarkan data
RTI Business
pukul 09.05 WIB, IHSG dibuka menguat di 6.110 dengan level tertinggi 6.131 dan terendah 6.106.
Pada pembukaan, sebanyak 352 saham menguat, 126 melemah, dan 189 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.745,652 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Volume perdagangan mencapai 2,36 miliar saham dengan nilai transaksi Rp764 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 111.560 kali.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih bergerak dalam fase koreksi pada perdagangan hari ini setelah kembali melemah dan masih berada di bawah tekanan jual. Kendati, peluang
rebound
jangka pendek tetap terbuka.
“Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 5.970-6.029. Sementara itu, jika terjadi penguatan, indeks berpeluang menguji area 6.147-6.219,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
[Gambas:Youtube]
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang
support
6.007, 5.839 dan
resistance
6.266, 6.377 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ESSA, INCO, INDF, dan MDKA.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham berpeluang melanjutkan
rebound
pada perdagangan hari ini setelah berhasil bertahan di area
support
penting.
“Selama level 6.020 tetap terjaga, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji
resistance
terdekat di level 6.199,” ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level
support
6.020, 5.887, dan 5.752 dan
resistance
6.199, 6.545, 6.688, dan 6.835 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AADI, ADRO, MEDC, dan TLKM.
(fln/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Detik-detik Mencekam Gunung Es Raksasa di Greenland Terbalik
Baca lagi: FOTO: Melihat Toko Pop Mart Spesial Bakery Pertama di Asia Tenggara
Baca lagi: Ancaman FIFA ke Federasi: Dukung Jual Saham atau Kehilangan Rp723 M



