
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Perum
Bulog
berencana mengubah wajah
beras
program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (
SPHP
) dengan meluncurkan merek baru Beras Kita.
Meski demikian, harga jual produk tersebut belum ditetapkan dan masih menunggu keputusan pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas (Rakortas).
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan rencana peluncuran Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pergantian merek dilakukan agar produk beras pemerintah lebih mudah dikenali masyarakat, mengikuti penamaan produk lain seperti minyak goreng Minyakita.
“Tadi pagi kami sudah melapor ke Pak Mentan (Amran) rencana produk baru dari Bulog, yaitu Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium. Kami mengusulkan nama Beras Kita supaya lebih mudah dipahami dan lebih mengena di masyarakat,” kata Rizal di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (9/7).
Ia menjelaskan merek baru tersebut akan menjadi identitas utama pada kemasan. Sementara itu, tulisan SPHP tetap dipertahankan, tetapi hanya sebagai penanda program pemerintah dengan ukuran yang lebih kecil.
[Gambas:Youtube]
Rizal bahkan berkelakar istilah SPHP selama ini kurang mudah diingat masyarakat sehingga Bulog ingin menghadirkan nama yang lebih sederhana dan mudah dikenal.
Bulog menargetkan produksi sekitar 2 juta ton Beras Kita untuk pasar komersial setelah mendapat lampu hijau dari pemerintah. Produksi itu diharapkan dapat dimulai secepatnya dan rampung paling lambat pada pertengahan tahun depan.
“Target (produksi) 2 juta ton. Harapannya bisa terealisasi tahun ini dan paling lambat sampai pertengahan tahun depan. Begitu rakortas menyetujui, kami langsung produksi,” ujarnya.
Meski identitas produk berubah, Rizal menegaskan harga Beras Kita belum diputuskan. Pemerintah masih akan membahas skema harga dalam rakortas yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
“Untuk harga nanti kita sesuaikan. Konsep ini akan dirapatkan dulu di Menko Pangan (Zulkifli Hasan) dan menunggu hasil rakortas. Namun pada prinsipnya, Pak Mentan sudah menyetujui konsepnya,” katanya.
Untuk tahap awal, Beras Kita akan dipasarkan dalam kemasan 5 kilogram, sama seperti SPHP saat ini. Namun Bulog membuka peluang menghadirkan ukuran lain apabila dibutuhkan pasar.
“Kalau nanti masyarakat menginginkan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil, kami akan mengikuti kebutuhan pasar,” ujar Rizal.
Ia juga memastikan stok beras SPHP yang saat ini masih beredar di pasar tidak akan ditarik selama belum ada keputusan resmi mengenai pergantian merek. Menurutnya, kualitas produk tetap sama karena perubahan hanya dilakukan pada desain kemasan agar tampil lebih sederhana dan modern.
“Yang beredar sekarang tetap lanjut saja. Kualitasnya sama persis, tidak ada bedanya. Hanya kemasannya yang kami buat lebih minimalis,” katanya.
Rizal menambahkan seluruh beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diserap Bulog saat ini masih berupa beras medium.
Nantinya, untuk menghasilkan Beras Kita Premium, beras tersebut akan melalui proses
rice to rice
, yakni dipoles dan disortir kembali hingga memenuhi standar kualitas premium dengan kadar air sekitar 14 persen dan tingkat patahan maksimal 15 persen.
Saat ini, lanjut Rizal, Bulog masih mengajukan permohonan pelaksanaan rakortas sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah terkait peluncuran merek baru tersebut. Ia berharap proses pembahasan dapat segera dilakukan agar produksi Beras Kita bisa segera dimulai.
(del/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Cerita Lyodra-Amora Bawa OST Moana Live-Action Versi Bahasa Indonesia
Baca lagi: Ferrari Rilis Mobil Baru SF-26 untuk F1 2026
Baca lagi: Ustaz Pesantren di Sidoarjo Tersangka Perkosa Santriwati di Bawah Umur




9 Responses
Tulisannya runtut dan logis, enak dibacanya. Sebagai tambahan informasi aja nih, web https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=302103 juga ngebahas topik ini dari sisi yang berbeda.
Struktur anatomi tulisan yang sangat sistematis mempermudah proses klasifikasi dan kodifikasi poin-poin krusial secara mandiri https://crookedtimber.org/page/762/?p=lcnjtqpivqmhmke
Terima kasih atas artikel yang berkualitas. Referensi lainnya yang saya baca tersedia di [https://tvchrist.ning.com/profile/sky88wtf](https://tvchrist.ning.com/profile/sky88wtf).
Terima kasih atas artikel yang sangat informatif. Sebagai tambahan referensi, saya juga mengunjungi [https://www.walkscore.com/people/674635678319/sky88wtf](https://www.walkscore.com/people/674635678319/sky88wtf).
Saya baru menyadari bahwa topik ini ternyata cukup menarik setelah membaca artikel ini. Saya juga menemukan informasi lain di [https://www.speedrun.com/users/hurawatchtv](https://www.speedrun.com/users/hurawatchtv).
Membaca artikel ini terasa seperti mendapatkan penjelasan langsung dari orang yang memahami topiknya. Saya juga sempat mengunjungi [https://www.bloggang.com/viewdiary.php?id=gsang5&group=2](https://www.bloggang.com/viewdiary.php?id=gsang5&group=2).
Sebuah ulasan yang memiliki nilai akademis tinggi namun dikemas dengan fleksibilitas yang luar biasa.https://coursework.uma.ac.id/index.php/teknik/about
Sebuah dokumentasi ide yang sangat rapi, terstruktur, dan memiliki nilai relevansi jangka panjang https://www.ivoox.com/discover-the-delicious-way-to-enjoy-cbd-earlybird-audios-mp3_rf_108346615_1.html
Saya merasa beruntung bisa mengakses informasi sekelas jurnal premium ini secara gratis melalui https://www.ivoox.com/rest-easy-sleep-better-power-cbd-gummies-for-audios-mp3_rf_108414447_1.htmltulisan yang dikemas begitu kasual