
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
PT Kereta Api Indonesia (
KAI
) menjelaskan alasan Commuter Line (
KRL
) yang melintas di
Stasiun Gambir
hingga kini belum melayani naik dan turun penumpang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut pembukaan layanan KRL di Gambir masih memerlukan sejumlah tahapan agar operasional tetap aman dan andal.
Dia mengatakan rencana integrasi layanan KRL di Gambir memang menjadi bagian dari pengembangan stasiun tersebut. Namun, pelaksanaannya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena harus didukung kesiapan infrastruktur dan sistem operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Integrasi itu perlu tahap. Pelanggan harus mendapat akses yang lebih mudah, tetapi keselamatan dan keandalan operasi tetap nomor satu. Karena itu, kesiapan peron, alur pelanggan, listrik, persinyalan, kapasitas lintas, dan koneksi moda lanjutan harus dihitung dengan benar,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).
Bobby menjelaskan saat ini KRL Bogor Line memang melintas di jalur layang Stasiun Gambir. Dalam sehari, terdapat 326 perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo pulang pergi yang melewati stasiun tersebut.
Kendati demikian, KAI menegaskan KRL belum melayani aktivitas naik dan turun penumpang di Gambir.
Pembahasan mengenai layanan tersebut masih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan prasarana, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, aspek keselamatan, pola operasi, hingga koordinasi dengan regulator.
Menurut Bobby, pengembangan Gambir bukan untuk menggantikan peran Stasiun Manggarai sebagai pusat transit antarlintas. Kedua stasiun, kata dia, akan memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam sistem transportasi Jabodetabek.
“Gambir tidak kami benturkan dengan Manggarai. Manggarai tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir kami siapkan sebagai pintu KA Jarak Jauh di pusat kota, akses ke kawasan Monas, dan bagian dari integrasi transportasi publik Jakarta,” kata Bobby.
Ia menilai akses transportasi umum menuju pusat Jakarta perlu terus diperkuat, terutama bagi masyarakat dari Bogor, Depok, Cibinong, Nambo, dan wilayah penyangga lainnya.
“Kita ingin masyarakat Jabodetabek punya akses yang lebih mudah ke pusat kota. Orang dari Depok, Bogor, Cibinong, Nambo, dan wilayah lain harus punya pilihan transportasi publik yang lebih baik untuk menuju kawasan Monas dan Gambir. Jadi akses ke pusat kota tidak bertumpu pada kendaraan pribadi,” ujarnya.
KAI mencatat kebutuhan integrasi tersebut semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengguna KRL Jabodetabek.
Volume perjalanan KRL naik dari sekitar 217,9 juta pada 2022 menjadi 344,6 juta pada 2025 atau meningkat sekitar 58 persen dalam tiga tahun. Bogor Line menjadi lintas dengan jumlah pelanggan terbesar, dengan total 155 juta perjalanan sepanjang 2025.
Selain menyiapkan pengembangan Gambir, KAI juga meningkatkan kapasitas layanan di lintas Bogor melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Proyek tersebut ditujukan untuk mendukung operasional rangkaian Stamformasi 12 (SF12) di Bogor Line dan ditargetkan rampung pada 15 Juli 2026.
Bobby mengatakan peningkatan kapasitas layanan tak cukup hanya dengan menambah rangkaian kereta.
“Menambah rangkaian tidak bisa berdiri sendiri. Peron harus siap, listrik harus siap, persinyalan harus siap, dan pola operasinya juga harus siap. Kalau semuanya tertata, kepadatan bisa dikelola lebih baik dan pelanggan mendapat layanan yang lebih nyaman,” ujarnya.
[Gambas:Youtube]
(del/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: 5 Alasan Drama China Love for You Menarik Ditonton
Baca lagi: TVS Klaim Produksi 1 Juta Motor di Indonesia
Baca lagi: BIGBANG Siap Rilis Lagu Baru, Perdana dalam 4 Tahun




11 Responses
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200933985 yaa.
Gaya bertuturnya yang disiplin menuntut perhatian penuh dari pembaca, mencerminkan keseriusan misi edukasi yang diusung dari awal https://www.nbcnews.com/id/wbna5695748
Penulis secara brilian mereduksi ambiguitas konseptual melalui eksposisi data primer yang sangat valid dan akuntabel https://crookedtimber.org/page/762/?p=yguavbka
Konten ini mengandung nilai investasi intelektual yang mahal, esensial bagi penguatan kapasitas kepemimpinan strategis. https://undispatch.com/forced-eviction-of-idp-camp-in-darfur/
Saya mengapresiasi gaya penulisannya yang sederhana tetapi tetap berbobot. Referensi lain ada di https://groups.diigo.com/group/Webtwoservice/content/user/janoshaits.
Semoga semakin banyak artikel inspiratif seperti ini yang diterbitkan. Saya juga mengikuti beberapa referensi melalui https://westchesterlimo.us.com/%E0%B8%84%E0%B8%B2%E0%B8%AA%E0%B8%B4%E0%B9%82%E0%B8%99%E0%B8%AD%E0%B8%AD%E0%B8%99%E0%B9%84%E0%B8%A5%E0%B8%99%E0%B9%8C/baccarat/.
Membaca artikel ini terasa seperti mendapatkan penjelasan langsung dari orang yang memahami topiknya. Saya juga sempat mengunjungi [https://www.bloggang.com/viewdiary.php?id=gsang5&group=2](https://www.bloggang.com/viewdiary.php?id=gsang5&group=2).
Konten seperti ini membuat pembaca merasa mendapatkan nilai lebih. Saya juga menemukan informasi tambahan di https://www.techmeme.com/080923/p44.
Artikel ini berhasil merumuskan formulasi taktis yang menguntungkan dari segi efisiensi dan optimalisasi alokasi sumber daya. https://teknokrat.ac.id/tips-waktu-yang-tepat-untuk-belajar/
Sebuah eksperimen pemikiran (thought experiment) yang sukses dibuktikan secara empiris melalui pemaparan studi kasus yang kaya. https://teknokrat.ac.id/ricky-kurniawan-s-s/
Penulis membuktikan bahwa tulisan yang berbasis riset ketat tetap mampu disajikan secara elegan, lugas, dan sangat mencerahkan. https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/search