
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Badan Gizi Nasional (
BGN
) mengungkapkan pengadaan
motor listrik
untuk program Makan Bergizi Gratis (
MBG
) belum tercatat sebagai aset walaupun pembayaran telah dilunasi.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan pengadaan motor listrik, yang sempat menjadi sorotan tersebut, telah dibayar uang mukanya senilai Rp243,9 miliar pada 2025 dan dilunasi tahun ini.
Menurut Agustina, penundaan pencatatan motor listrik menjadi aset karena tengah dalam proses penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut kebijakan akuntansi tersebut untuk menjaga kepatuhan laporan keuangan selama perkara dugaan korupsi tata kelola MBG masih berjalan.
“Untuk tahun 2026 ini (pengadaan motor listrik) sudah dilunasi tetapi belum dicatat sebagai aset peralatan dan mesin definitif karena masih dalam proses penyidikan oleh Kejaksaan,” ujar Arumsari dalam rapat dengar pendapat BGN dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (17/7).
Kejagung sebelumnya menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) Andri Mulyono yang merupakan penyedia motor listrik Emmo sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program MBG.
“Berdasarkan dua alat bukti yang cukup maka tim penyidik menetapkan saudara AM selaku Komisaris PT YAT sebagai tersangka dalam perkara penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG pada BGN,” ujar Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi dalam konferensi pers, Jumat (12/6) lalu.
Kejagung menyebut dalam kasus korupsi tata kelola MBG terjadi
mark up
harga pengadaan barang sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG, termasuk 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun.
[Gambas:Video The Silent Shore]
(fln/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Tiru NBA, FIFA Berikan Cincin Mewah kepada Juara Piala Dunia 2026
Baca lagi: Viral Siswi SD Bully Teman di Sekolah Lampung Timur, Polisi Selidiki
Baca lagi: Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Ditetapkan, Cek Daftarnya




8 Responses
Artikel yang sangat bermanfaat dan mencerahkan hari ini. Saya sempat menyimpan link https://www.question2answer.org/qa/user/garner18 yang juga mengulas isu sejenis dengan sangat rapi.
Sangat setuju dengan argumen di tulisan ini. Buat pembaca yang nyari bahan ekstra soal hal ini, silakan cek https://www.americanthinker.com/articles/2013/11/egypt_turning_to_the_russians_not_so_fast.html.
Insight yang dibagikan bener-bener berbobot. Kebetulan kemarin saya nemu referensi sejenis di https://www.ivoox.com/alpha-max-cbd-gummies-use-result-relieve-audios-mp3_rf_115325915_1.html yang gak kalah informatif lho.
Sangat setuju dengan poin yang disampaikan penulis. Buat memperkaya wawasan kita, referensi di https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/article/view/599 juga sangat pantas untuk disimak.
Penjelasan yang luar biasa rapi dan sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Keren abis! Kemarin saya juga sempat mampir ke laman https://wellbeingwithserenitycbdgummies.company.site/SAMPLE-Yellow-Solid-Jumpsuit-p562490807 yang menyajikan ulasan serupa.
Penjelasan yang luar biasa informatif, pas banget buat acuan riset kecil-kecilan saya. Terima kasih ilmunya admin. Rangkuman materi serupa yang nggak kalah bagus bisa dilihat di https://www.scoop.it/topic/history-2-or-less-3-0/p/3309005987/2012/11/13/the-mysterious-connection-between-sirius-and-human-history-secret-arcana
Wah, penjelasan yang luar biasa informatif. Sangat mencerahkan pikiran saya mengenai topik ini. Bagi yang sedang mencari bacaan pendukung, silakan kunjungi https://www.librarything.com/author/batmanglijnajmieh
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas masalah ini sampai tuntas tanpa bertele-tele. Top cer min! Bagi yang butuh referensi bacaan pembanding, silakan kunjungi https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320197017_htm