
Jakarta, The Silent Shore Indonesia
—
Bursa Efek Indonesia (
BEI
) menambah kriteria baru dalam mendeteksi
saham
dengan indikasi
high shareholding concentration
atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.
Kriteria baru tersebut menggunakan
price impact ratio
untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan penambahan metodologi tersebut merupakan hasil evaluasi atas kriteria dan
trigger factors
yang selama ini digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami telah melakukan revisi atas metodologi
high shareholding concentration
. Kami menambahkan satu kriteria, yaitu kriteria
price impact ratio
atas seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan saham yang memiliki
price impact ratio
tinggi akan disaring untuk melihat ada atau tidaknya indikasi konsentrasi kepemilikan saham. Jeffery menjelaskan
price impact ratio
dihitung dari perubahan harga saham terhadap
velocity
-nya. Adapun
velocity
dihitung dari rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang ada di publik atau
free float
.
“Artinya, saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah tentu akan menghasilkan
velocity
yang rendah. Dengan
velocity
yang rendah, tetapi dengan perubahan harga yang besar, tentu akan menghasilkan
price impact ratio
yang tinggi,” ujar Jeffrey.
[Gambas:Youtube]
Hingga saat ini, kata dia, hanya ada dua negara yang menerapkan metode ini, yaitu Hong Kong dan Indonesia.
Jeffrey mengatakan evaluasi menggunakan
price impact ratio
akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama BEI.
Sementara itu,
trigger factors
dari pengawasan itu tetap akan dilakukan atas seluruh saham dengan periode insidentil, yaitu tidak secara periodik.
Adapun dengan penambahan metodologi ini, BEI mengumumkan terdapat 37 saham baru yang masuk kategori high shareholding concentration. Dengan demikian, total saham dalam daftar tersebut kini menjadi 51 saham.
(dhz/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Cerita Sutradara di Balik Proses Kreatif Musikal Senja Teduh Pelita
Baca lagi: Zahara dan Maddox Pasang Iklan Umumkan Hapus Nama Brad Pitt
Baca lagi: Nomor 1 di Asean, Orang Indonesia Bikin 9 Juta Gambar AI Setiap Hari




2 Responses
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://kldp.org/comment/264989 tadi.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://kldp.org/node/63287, lumayan buat pelengkap.